Sunday, 29 June 2014

Kisah Cinta Part#1

Kisah ini masih tentang cinta dan akan selalu menjadi kisah cinta.
Kisah ini berawal saat aku mulai belajar seni bela diri taek won do. Saat itulah aku bertemu dengannya. Jatuh cinta pada pandangan pertama, mungkin itulah yang saat itu aku alami. Aku langsung terpaku oleh sorotan matanya. Tatapannya yang tajam namun dingin membuatku tak bisa menatapnya lebih dari sedetik.
“congre” teriakan sang pelatih gak terdengar olehku karna pikiranku seketika lumpuh karna melihat matanya. Tuukkk!! Tiba-tiba aku kepalaku kena jitak, ternyata aku sudah menjadi pusat perhatian gara-gara tidak mengikuti instruksi sang pelatih. Dengan perasaan malu aku buru-buru membungkukkan badan sesuai instruksi pelatih dan sambil mengucap “gamsammida”
“napa tadi? Kok kamu jadi salah tingkah gituh?” ai datang menghampiriku selepas latihan. Dia tampak kehausan, kehausan gossip maksudnya hahaha.
kisah Cinta
“ai, ternyata keputusan yang tepat kita berlatih taek won do disini” katanya dengan penuh semangat, semangat meneguk air mineral dari botol air minumku yang udah aku siapin dari rumah.
“napa mangnya” ai tampak semakin penasaran “ada yang kamu taksir ya?” langsung nebak aja dia.
“yap!” aku ngangguk senyum-senyum mirip iklan pepsodent di TV. “ahirnya aku temukan cowok yang tipe gw baangat ai. Dia anak baru kali ya, baru aku liat. Kenapa gak dari kemaren-kemarin sih aku dipertemukan ma dia. Matanya itu loh, benar-benar bikin aku jatuh cinta. Pokoknya mulai sekarang aku umumin sama kamu kalo aku jatuh cinta dengannya” aku menggebu-gebu seperti calon legilatif yang lagi kempanye.
“siapa? Yang mana?” ai tampak gak sabar untuk mengetahui klimaksnya.
“itu” aku menunjuk seseorang yang sedang melakukan pendinginan di tengah ruang latihan “yang baju putih”
“um…. Si putih itu. Itu mah dari kemarin-kemarin emang udah ada kali. Kamunya aja yang gak merhatiin” ai tampak kecewa.
“oh.. kok aku baru liat ya? Heheh :-p pokonya aku jatih cinta ma dia” aku senyum dan diam-diam memperhatikannya.
Sejak hari itu, lebih dari seribu kali dalam sehari aku menyebut dia dalam setiap kalimatku.
“ai, itu si putih (aku manggil dia si putih soalnya aku belum tau namanya saat itu) kira-kira angkatan berapa ya?” aku mulai membicarakannya tiap waktu. Ai hanya menanggapi seadaanya alia BOSAN. Bodo amat, hahaha:D
“ai, menurut mu si putih sukanya tipe cewe kaya gimana ya?”
“ai, kira-kira si putih suka gak ya ma gw?”
“ai, menurut mu itu si putih tinggal dimana?” pokoknya selalu si putih, si putih dan si putih kata yang aku ucapkan dalam hari-hariku, hingga puncaknya ai jadi sebel n jengkel ma aku, hehehe :-p
Oke, singkat cerita, sejak saat itu aku jadi selalu memperhatikannya. Berusaha melakukan sesuatu hingga bisa membuatnya menoleh padaku alias cari perhatian, selalu mencari alas an agar bisa bicara dengannya alias sok asik, cari-cari alas an agar bisa dapatin nomor hp_nya senatural mungkin (jangan sampae dia tau aku jatuh cinta setengah mati padanya). Yah begitulah, mirip orang lagi jatuh cinta pada umumnya, hahaahh :D dan sejauh yang aku tangkap, dia ngasih respon positive__kecuali gw yang ngerasaan keGRan sendiri__ kami jadi saling dekat, baik diluar maupun lewat pesan-pesan singkat elektronik atau bahasa kerennya SMS. Aku semakin yakin dia juga mencintaiku dan hanya tinggal tunggu waktu saja sampai dia menyatakan cintanya padaku, hohoho (tertawa penuh kemenangan).
Ahirnya, dia jadian dengan sahabatku.
Lho? Kok sahabatku? Bukannya aku? Pasti itu yang kalian pikirkan. Aku juga sama kagetnya dengan kalian ketika pertama kali aku mengetahui kabar kejadiannya mereka. eh, maksudnya kabar mereka jadian. Kejadian mereka? Kaya kalimat dalam kitap kejadiannya umat kristus aje :-p
Okeh, begini ceritanya. Waktu itu saking bahagianya, aku selalu pamerin si putih orang yang aku cinta pada teman-temanku, termasuk minori, sahabatku. “lihat yang baju putih itu?” aku menunjukkannya pada minory. Minory ngangguk “aku suka ma dia, cakep bangat, tipe gw bangat” aku jelas sekali memuja si putih itu. “oh,, iya, cakep sih, bagus matanya. Tajam” saat itu komentnya minori gitu doing. Dan entah mengapa tiba-tiba minory datang di kamar gw dan dengan wajah bahagia, muka merah karena malu-malu, senyum mengembang, hidung kembang-kempis karena degupan perasaannya yang meluap-luap, dia berkata “aku dah jadian ma furqan (oh ya, aku udah tau namanya) tadi malam” katanya membawa kabar dengan penuh aura kebahagiaan disekitarnya.
Aku tentu saja sempat syok, tapi gak struk apa lagi jantungan. Seper sekian detik aku berusaha menyembunyikan kekagetanku. “waah… selamat yah, ahirnya kamu dapat pacar pertama mu” ucapku memberinya selamat. Ikut bahagia dengan berita sukanya walau kecewa, heran, bingung, syok masih berkecamuk dalam hatiku.
Setelah minory pergi, aku gak bisa pura-pura tersenyum lagi. Aku heran, kenapa furqan jadian dengan minory? Padahal aku yakin, sangat yakin dia pernah bilang dalam salah satu smsnya ‘kamu sudah punya pacar? Soalnya aku gak suka ngambil pacarnya orang’ atau ‘ada sesorang yang aku suka di taek won do, bagaimana kalau orang itu adalah kamu?’ aku yakin gak salah eja kalimat itu, aku udah lulus tes baca semenjak aku masih duduk di usia TK, jadi gak mungkin aku salah baca. Saat itu yang terbersit dalam pikiranku pertama kali adalah, furqan ingin mempermainkanku, ingin merusak persahabatanku dengan minory. Dia mengatakan suka padaku tapi dia malah nembak orang lain. Apa maksudnya?! Aku harus minta penjelasannya.

No comments:

Post a Comment