Kisah ini masih tentang cinta dan akan selalu menjadi kisah
cinta.
Kisah ini berawal saat aku mulai belajar seni bela diri taek
won do. Saat itulah aku bertemu dengannya. Jatuh cinta pada pandangan pertama,
mungkin itulah yang saat itu aku alami. Aku langsung terpaku oleh sorotan
matanya. Tatapannya yang tajam namun dingin membuatku tak bisa menatapnya lebih
dari sedetik.
“congre” teriakan sang pelatih gak terdengar olehku karna
pikiranku seketika lumpuh karna melihat matanya. Tuukkk!! Tiba-tiba aku kepalaku
kena jitak, ternyata aku sudah menjadi pusat perhatian gara-gara tidak
mengikuti instruksi sang pelatih. Dengan perasaan malu aku buru-buru
membungkukkan badan sesuai instruksi pelatih dan sambil mengucap “gamsammida”
“napa tadi? Kok kamu jadi salah tingkah gituh?” ai datang
menghampiriku selepas latihan. Dia tampak kehausan, kehausan gossip maksudnya
hahaha.
![]() |
| kisah Cinta |
“ai, ternyata keputusan yang tepat kita berlatih taek won do
disini” katanya dengan penuh semangat, semangat meneguk air mineral dari botol
air minumku yang udah aku siapin dari rumah.
“napa mangnya” ai tampak semakin penasaran “ada yang kamu
taksir ya?” langsung nebak aja dia.
“yap!” aku ngangguk senyum-senyum mirip iklan pepsodent di
TV. “ahirnya aku temukan cowok yang tipe gw baangat ai. Dia anak baru kali ya,
baru aku liat. Kenapa gak dari kemaren-kemarin sih aku dipertemukan ma dia.
Matanya itu loh, benar-benar bikin aku jatuh cinta. Pokoknya mulai sekarang aku
umumin sama kamu kalo aku jatuh cinta dengannya” aku menggebu-gebu seperti calon
legilatif yang lagi kempanye.
“siapa? Yang mana?” ai tampak gak sabar untuk mengetahui
klimaksnya.
“itu” aku menunjuk seseorang yang sedang melakukan
pendinginan di tengah ruang latihan “yang baju putih”
“um…. Si putih itu. Itu mah dari kemarin-kemarin emang udah
ada kali. Kamunya aja yang gak merhatiin” ai tampak kecewa.
“oh.. kok aku baru liat ya? Heheh :-p pokonya aku jatih cinta
ma dia” aku senyum dan diam-diam memperhatikannya.
Sejak hari itu, lebih dari seribu kali dalam sehari aku
menyebut dia dalam setiap kalimatku.
“ai, itu si putih (aku manggil dia si putih soalnya aku belum
tau namanya saat itu) kira-kira angkatan berapa ya?” aku mulai membicarakannya
tiap waktu. Ai hanya menanggapi seadaanya alia BOSAN. Bodo amat, hahaha:D
“ai, menurut mu si putih sukanya tipe cewe kaya gimana ya?”
“ai, kira-kira si putih suka gak ya ma gw?”
“ai, menurut mu itu si putih tinggal dimana?” pokoknya selalu
si putih, si putih dan si putih kata yang aku ucapkan dalam hari-hariku, hingga
puncaknya ai jadi sebel n jengkel ma aku, hehehe :-p
Oke, singkat cerita, sejak saat itu aku jadi selalu
memperhatikannya. Berusaha melakukan sesuatu hingga bisa membuatnya menoleh
padaku alias cari perhatian, selalu mencari alas an agar bisa bicara dengannya
alias sok asik, cari-cari alas an agar bisa dapatin nomor hp_nya senatural
mungkin (jangan sampae dia tau aku jatuh cinta setengah mati padanya). Yah
begitulah, mirip orang lagi jatuh cinta pada umumnya, hahaahh :D dan sejauh
yang aku tangkap, dia ngasih respon positive__kecuali gw yang ngerasaan keGRan
sendiri__ kami jadi saling dekat, baik diluar maupun lewat pesan-pesan singkat
elektronik atau bahasa kerennya SMS. Aku semakin yakin dia juga mencintaiku dan
hanya tinggal tunggu waktu saja sampai dia menyatakan cintanya padaku, hohoho (tertawa
penuh kemenangan).
Ahirnya, dia jadian dengan sahabatku.
Lho? Kok sahabatku? Bukannya aku? Pasti itu yang kalian
pikirkan. Aku juga sama kagetnya dengan kalian ketika pertama kali aku
mengetahui kabar kejadiannya mereka. eh, maksudnya kabar mereka jadian.
Kejadian mereka? Kaya kalimat dalam kitap kejadiannya umat kristus aje :-p
Okeh, begini ceritanya. Waktu itu saking bahagianya, aku
selalu pamerin si putih orang yang aku cinta pada teman-temanku, termasuk
minori, sahabatku. “lihat yang baju putih itu?” aku menunjukkannya pada minory.
Minory ngangguk “aku suka ma dia, cakep bangat, tipe gw bangat” aku jelas
sekali memuja si putih itu. “oh,, iya, cakep sih, bagus matanya. Tajam” saat
itu komentnya minori gitu doing. Dan entah mengapa tiba-tiba minory datang di
kamar gw dan dengan wajah bahagia, muka merah karena malu-malu, senyum
mengembang, hidung kembang-kempis karena degupan perasaannya yang meluap-luap,
dia berkata “aku dah jadian ma furqan (oh ya, aku udah tau namanya) tadi malam”
katanya membawa kabar dengan penuh aura kebahagiaan disekitarnya.
Aku tentu saja sempat syok, tapi gak struk apa lagi
jantungan. Seper sekian detik aku berusaha menyembunyikan kekagetanku. “waah…
selamat yah, ahirnya kamu dapat pacar pertama mu” ucapku memberinya selamat.
Ikut bahagia dengan berita sukanya walau kecewa, heran, bingung, syok masih
berkecamuk dalam hatiku.
Setelah minory pergi, aku gak bisa pura-pura tersenyum lagi.
Aku heran, kenapa furqan jadian dengan minory? Padahal aku yakin, sangat yakin
dia pernah bilang dalam salah satu smsnya ‘kamu sudah punya pacar? Soalnya aku
gak suka ngambil pacarnya orang’ atau ‘ada sesorang yang aku suka di taek won
do, bagaimana kalau orang itu adalah kamu?’ aku yakin gak salah eja kalimat
itu, aku udah lulus tes baca semenjak aku masih duduk di usia TK, jadi gak
mungkin aku salah baca. Saat itu yang terbersit dalam pikiranku pertama kali
adalah, furqan ingin mempermainkanku, ingin merusak persahabatanku dengan
minory. Dia mengatakan suka padaku tapi dia malah nembak orang lain. Apa
maksudnya?! Aku harus minta penjelasannya.

No comments:
Post a Comment