Wednesday, 11 June 2014

CINTA MASA MUDA

Oyasumi mina.... ^___*

yuk mari kira bercerita lagi tentang cinta.
cinta lagi. yap, lagi-lagi tentang cinta. tentu saja cinta selalu hangat untuk diperbincangkan. sejak bumi ini tercipta, hingga kelak ahir jaman, cinta akan tetap hangat diceritakan, karna cinta akan hidup sepanjang masa.

malam ini mimin ingin berbagi cerita tentang cinta sewaktu muda. saat kita masih duduk di bangku SMP, saat kita diusia remaja, saat kita masih belia.

cinta sudah pasti sangat mempengaruhi kehidupan remaja setiap insan, baik laki-laki maupun perempuan. perasaan yang meluap-luap, ungkapan cinta yang terang-terangan, usaha pembuktian cinta, semua itu ciri khas dari cinta masa muda.

ketika masih usia remaja, kita, termasuk mimin, sangat merasakan pengaruh perasaan virus merah jambu ini dalam kehidupan sehari-hari. rasa ingin bertemu tanpa sebab, selalu datang menganggu. tapi perasaan malu dan enggan juga tak kalah kuat menggoyahkan kita. cinta memang sangat rumit untuk kita pahami saat itu.

jika sekarang mimin ingat lagi, mimin terkadang merasa sangat sangat bodoh waktu itu. waktu mimin merasakan cinta. waktu mimin menangis karna cinta, waktu mimin bahagia karena cinta.

saat itu, hal kecil seperti dia tidak membalas sms, atau dia ketiduran saat telponan tengah malam, atau dia harus mengantar ibunya arisan ketika seharusnya kencan, hal-hal kecil seperti ini sudah bisa membuat mimin menangis, sakit hati dan merasa tak dicintai lagi. hahahha... betapa bodohnya kita dulu memahami cinta.
begitupun sebaliknya, ketika dia mengirim sms yang hanya berisi i love u atau nice dream, atau cuma sepenggal lirik lagu doank, hal-hal gombal seperti ini sudah sangat menggembirakan kita waktu remaja dahulu, hahahah betapa dangkalnya pemahaman kita tentang cinta.

sekarang ketika kita dewasa, ketika mimin kini dewasa, baru mimin menyadari betapa bodohnya kelakuan mimin dulu. membuang-buang energi dan emosi hanya untuk sesuatu yang tidak jelas seperti perasaan cinta monyet itu. wakakak :D

kini mimin udah dewasa, meski mimin merasa bodoh atas semua tingkah laku mimin ketika merasakan cinta masa muda itu, tapi mimin sama sekali tidak menyesal. mimin bahagia, setidaknya mimin punya kenangan yang sangat menggelikan dahulu. setidaknya dahulu mimin sangat bersungguh-sungguh, perasaan yang mimin rasakan dahulu, meski tidak logis, tapi itu benar-benar bearasal dari hati.

semua itu bagian dari hidup mimin, sebodoh apapun mimin dahulu, tapi hal-hal seperti itulh yang telah mengantarkan mimin hingga berada disini menjadi seperti saat ini sekarang.

meski terkadang mimin senyum-senyum sendiri, mengingat betapa sedihnya atau bahagianya hati dahulu, hanya untuk seseorang yang sama sekali bukan siapa-siapanya kita. sekarang mimin sedang berusaha mencari calon suami.

No comments:

Post a Comment