Cinta tak harus memiliki. Mungkin
kalimat itulah yang paling pas untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Aku
jatuh cinta setengah mati dengan seseorang, dengan seluruh jiwaku aku
mencintainya. Api dengan seluruh jiwa pula aku tak ingin menjadi miliknya.
Aku juga heran kenapa bisa
mengalami perasaan yang seperti ini, cinta dengan segenap hati, tapi dengan
segenap hati pula aku tak ingin menikah dengannya.
Aku sadar, membangun sebuah
keluarga itu tidak hanya butuh cinta saja. Aku sadar betul itu. Karnanya saat
ini aku benar-benar harus berusaha keras agar hatiku tidak terlalu terluka
ketika harus pelan-pelan melepaskannya pergi.
Aku mengidamkan sebuah keluarga
yang bahagia__aku tau semua gadis pasti memimpikan hal yang sama__ dan aku tau
betul bahagia dalam keluarga itu seperti apa. Aku ingin punya suami yang
dewasa, agar dy bisa bertanggung jawab, agar dy tau hak-hak dan kewajibannya
sebagai suami, agar dy tau bagaimana cara membahagiakan istrinya. Dan furqan,
lelaki yang setengah mati aku cintai ini, sangat jauh dari kata dewasa. Bukan
karna dia belum dewasa, tapi karna begitulah adanya dia, dia terlahir dari
keluarga yang memanjakannya, sehingga dia selalu mengandalkan orang lain dalam
setiap keputusannya.
Dia sama sekali tidak bertanggung
jawab, jika melakukan salah, tak mau minta maaf, malah bersikap seolah dia tak
bersalah dan tak tau apa yang terjadi.
Dia selalu menggampangkan janji.
Janji yang dia buat sendiri, aku gak marah, hanya saja aku merasa lelah
menghadapi sikapnya. Dari dulu aku selalu menunggu dan memberi kesempatan,
lagi, lagi, kesempatan terus, hingga dua tahun lebih hubungan kami sekarang,
dia masih sama, tanpa perubahan. Seperti itulah apa adanya dia. Dia yang apa
adanya seperti itu yang tak bisa aku percaya untuk memimpin keluargaku kelak.
Meskipun aku menginginkannya
sepenuh jiwaku, tapi aku tetap tak boleh membiarkan hatiku tetap seperti itu. Aku
harus mulai belajar untuk melepaskannya.
Aku mempikan seorang laki-laki yang
bisa dipercaya, orang yang bisa membuatku merasa aman untuk menyerahkan seluruh
hidupku padanya, dan itu bukan dia.
Semakin lama hubungan kami, aku
semakin yakin, bahwa dia tak bisa mempimpin keluarga seperti apa yang aku
idam-idamkan selama ini.
Susah. Sangat susah. Masalah hati
tidak segampang mengorek kuping atau mengeluarkan upil. Hati, butuh waktu lama
untuk melepaskan seseorang yang telah lama melekat didalamnya.
![]() |
| CINTA TAK HARUS MEMILIKI |
Furqan, I love you. So much.
Kenapa kamu gak bisa berubah? Demi
aku, plissss… aku sangat menginginkanmu, tapi tak kan mungkin jika kamu ttp
seperti ini.
Selalu membuatku
menangis, selalu melanggar janji sendiri, selalu membuatku menunggu, selalu
membuatku sakit, jadi masa depan apa yang bisa kau tawarkan padaku?! NOTHING!!

No comments:
Post a Comment