Friday, 27 June 2014

CINTA TAK HARUS MEMILIKI

Cinta tak harus memiliki. Mungkin kalimat itulah yang paling pas untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Aku jatuh cinta setengah mati dengan seseorang, dengan seluruh jiwaku aku mencintainya. Api dengan seluruh jiwa pula aku tak ingin menjadi miliknya.
Aku juga heran kenapa bisa mengalami perasaan yang seperti ini, cinta dengan segenap hati, tapi dengan segenap hati pula aku tak ingin menikah dengannya.
Aku sadar, membangun sebuah keluarga itu tidak hanya butuh cinta saja. Aku sadar betul itu. Karnanya saat ini aku benar-benar harus berusaha keras agar hatiku tidak terlalu terluka ketika harus pelan-pelan melepaskannya pergi.
Aku mengidamkan sebuah keluarga yang bahagia__aku tau semua gadis pasti memimpikan hal yang sama__ dan aku tau betul bahagia dalam keluarga itu seperti apa. Aku ingin punya suami yang dewasa, agar dy bisa bertanggung jawab, agar dy tau hak-hak dan kewajibannya sebagai suami, agar dy tau bagaimana cara membahagiakan istrinya. Dan furqan, lelaki yang setengah mati aku cintai ini, sangat jauh dari kata dewasa. Bukan karna dia belum dewasa, tapi karna begitulah adanya dia, dia terlahir dari keluarga yang memanjakannya, sehingga dia selalu mengandalkan orang lain dalam setiap keputusannya.
Dia sama sekali tidak bertanggung jawab, jika melakukan salah, tak mau minta maaf, malah bersikap seolah dia tak bersalah dan tak tau apa yang terjadi.
Dia selalu menggampangkan janji. Janji yang dia buat sendiri, aku gak marah, hanya saja aku merasa lelah menghadapi sikapnya. Dari dulu aku selalu menunggu dan memberi kesempatan, lagi, lagi, kesempatan terus, hingga dua tahun lebih hubungan kami sekarang, dia masih sama, tanpa perubahan. Seperti itulah apa adanya dia. Dia yang apa adanya seperti itu yang tak bisa aku percaya untuk memimpin keluargaku kelak.
Meskipun aku menginginkannya sepenuh jiwaku, tapi aku tetap tak boleh membiarkan hatiku tetap seperti itu. Aku harus mulai belajar untuk melepaskannya.
Aku mempikan seorang laki-laki yang bisa dipercaya, orang yang bisa membuatku merasa aman untuk menyerahkan seluruh hidupku padanya, dan itu bukan dia.
Semakin lama hubungan kami, aku semakin yakin, bahwa dia tak bisa mempimpin keluarga seperti apa yang aku idam-idamkan selama ini.
Susah. Sangat susah. Masalah hati tidak segampang mengorek kuping atau mengeluarkan upil. Hati, butuh waktu lama untuk melepaskan seseorang yang telah lama melekat didalamnya.
CINTA TAK HARUS MEMILIKI
Furqan, I love you. So much.
Kenapa kamu gak bisa berubah? Demi aku, plissss… aku sangat menginginkanmu, tapi tak kan mungkin jika kamu ttp seperti ini.

Selalu membuatku menangis, selalu melanggar janji sendiri, selalu membuatku menunggu, selalu membuatku sakit, jadi masa depan apa yang bisa kau tawarkan padaku?! NOTHING!!

No comments:

Post a Comment