CuCo’
Curha Cinta bO’
ini
dia cerita mimin malam ini. Curahan hati tentang kekasih yang tak pernah
mengerti perasaan mimin.
Tentang
kekasih yang terlanjur mimin cintai.
Tentang
kekasih yang ingin mimin lupakan.
Tentang
kekasih yang mimin harap tak pernah mengenalnya.
Tentang
kekasih yang telah memberi mimin banyak janji-janji.
Tentang
kekasih yang seperti pelangi.
Cinta, Mengertilah!!
Apa Kamu Benar-Benar Tidak
Mengerti?
Aku harap kamu ada disini
sebenarnya bukan karna aku butuh bantuanmu untuk mengerjakan tugas-tugasku,
tapi lebih karna hatiku yang membutuhkanmu. Cukup kamu ada didekatku saja, aku
sudah merasa sangat bahagia, merasa tenang, merasa tak kuarang suatu apapun.
Tapi kenapa kamu sepertinya sama sekali tidak mengerti?
Banyak alasan yang aku buat agar
aku bisa tetap bersamamu, agar kamu tetap tinggal disisiku. Tapi sepertinya
kamu sama sekali tidak mengerti apa yang aku rasakan. Entah karna kamu tidak
peduli, terlalu bodoh atau karna hatimu memang tidak pernah berusaha memasuki
hatiku, hingga membuatmu mengerti.
Aku selalu merindukanmu, tiap
minggu, tiap hari, tiap jam bahkan tiap detik, selalu dan terus merindukanmu,
tak bisakah kamu mengerti?
Mungkin ini bukan cinta, karna
perasaan ini begitu menyiksa.
Kata orang cinta itu anugrah.
Jika memang cinta adalah anugrah, sudah pasti dia membawa kebahagiaan. Makanya
aku tau bahwa yang aku rasakan ini bukanlah cinta.
Aku ingin melepaskan perasaan
ini, agar aku terbebas dari perasaan yang sangat menyiksa ini. Tapi entah
mengapa aku masih belum bisa melakukannya. Beberapa kali pernah kucoba, mulai
dari menjauhimu, membencimu, menghilangkan jejakmu, tapi ahirnya aku sadar,
bahwa dengan begitu, aku semakin menyiksa diriku.
Aku simpulkan bahwa aku tak
sanggup. Aku ingin tetap bersamamu, meski begitu melelahkan mengikuti
tingkahmu.
Cinta, mengertilah!!
Aku hanya ingin bersamamu, karna
bersamamulah bahagiaku. Apalah artinya memiliki waktu didunia bila tak
bahagia?! Karnanya aku ingin bersamamu agar waktuku didunia ini tak sia-sia
belaka, aku ingin bahagia.
Kasih, mengertilah!!
Bahkan saat inipun aku sangat
merindukanmu. Disaat aku sangat membencimu sekalipun, disaat aku benar-benar
ingin melupakanmu pun, aku sangat merindukanmu. Rindu, rindu, sangat rindu.
Bisakah kamu menjadi langit
bagiku? Bukan pelangi yang indahnya hanya sesaat!
Kamu layaknya pelangi bagiku.
Indah, menwan, memberi harapan, membawa kebahagiaan. Tapi kamu begitu cepat
berlalu, hilang, berlalu.
Tidakkah kamu pikir aku masih
membutuhkanmu?
Tidakkah kamu peduli pada
senyumku yang lenyap ketika kepergianmu?
Tapi begitulah sejatinya kamu,
Sekedar menghibur setelah duka,
sekedar memberi janji, tapi tidak menemani mewujudkan janji itu.
Lalu apa lagi yang aku harapkan?
Cinta, mengertilah!!
Bertahanlah disini sebentar lagi,
perhatikan tingkahku, biarkan aku bermanja-manja pada indahmu, ijinkan aku
menikmati warnamu lebih lama,
Tapi seolah tak perduli, kamu
pergi, memudar dan lenyap, meninggalkanku, tanpa peduli perasaanku.
Kasih, mengertilah!!
Aku merindukanmu. Aku
membutuhkanmu untuk hatiku.
Kasih, ini terdengar begitu
ironis,, aku membencimu karna merindukanmu, aneh bukan?
No comments:
Post a Comment