Sunday, 13 July 2014

Arti Singkatan Gaul Anak Alay

apa Arti GWS ? tadinya gw pikir GWS itu Get Well Soon yang artinya semoga segera sembuh. tapi kok gw sering benar dapat BBM bilang "kita GWS bareng yuk" atao gak "yuk GWS ke mall" nah lho?! kan gw jadi bingung? karna gak ngerti, ya gw bales aja "maksud lho GWS Get Well Soon ato apaan neh? gak ngerti" gak lama dia bales "gw ngajakin u Gowes bareng cin.....dah lama kan gak JJ ke mall?!" aduh,, benar-benar... jadi bingung gw! gaul sangad teman gw yg satu itu. ahhaha :D

apa Arti LOL ?
belum lagi cerita tentang LOL ini, setau gw sih, LOL itu singkatan dari Laught Out Loud yang artinya Tertawa dengan sangat keras, tapi belakangan, dengan semakin maraknya penggunaan bahsa-bahasa singkat ini justru bikin gw semakin bingung.
pernah waktu itu gw liat daftar kontak di HP teman gw, didepan nama pacarnya, dia tulis "LOLDimasku" karna heran, gw nanya apa maksudnya, eh nyatenya dia ngejawab "aduh cin, masa LOL aja u gak tau? LOL itu "Lovely"
*toeenggg....!!! *#@%^&^**$% rasanya gw kaya hidup diplanet lain ajah. hahahah :D
tapi ada teman gw lebih parah lagi, sumpah lucunya gak ketulungan. waktu itukan gw lagi ngistal laptopnya dia. dia terus aja ngoceh tentang kenapa laptopnya mesti di instal, "iya neh, bikin sebal Lepy nya, selalu LOL, mana betah dipake kalo Lepynya LOL, makanya biar gak LOL lagi, tolong diinstalkan eah" ceritanya dengan kalimat-kalimat alay yang bikin gw merinding karna pengucapannya yang kesannya di manja-manjain. karna gak ngerti dengan apa yg dia bilang gw nanya, LOL gimana maksudnya? "aduh Kak,,, gak gaul bingitzzs sih, masa LOL ajha kaga tau, LOL itu Loading Lama"
benar-benar dah, makin kriting gw dengarin dy ngoceh! LOL :D

apa Arti SBB?
saat SMSan, biasanya di awal pesan selalu tertulis sbb, bla..bla..bla... yang artinya Sori Baru Balas. SBB ini digunakan untuk minta maaf karna terlambat membalat sms. tapi beberapa hari yg lalu gw dapat sms yang isinya gini "SBB makanya kesini temanin gw" gw ngerasa SBB bangat disini, sini yuk nemanin" karna gak ngerti, gw nanya maksudnya paan tuh SBB. dia balasnya "SBB bukannya Sepi Bingitz Bo?" 
kontan saja gw langsung LOL, wakakkaka :D

yah,,, begitulah.... menurut gw sih anak-anak jaman sekarang pada mau sok keren sok gaul make istilah-istilah ato singkatan-singkatan, tapi kebanyakan gak tau artinya. malah dengan PD nya mereka mengartikan sendiri sesuai kebutuhan, samapai-sampa ada yang berantem gara-gara beda pendapat tentang apa arti/ kepanjangan dari singkatan tsb, merasa benar dengan kepanjangan yang dia kira, padahal sama-sama salah keduannya. hahahha :D
kebanyakan dari singkata-singkat populer yang mereka gunakan itu artinya berbeda-beda untuk tiap orang sesuai kemauannya masing-masing. hahahahah LOL :D

Cerita dibalik Harapan

komunitas sosial, atau mungkin terperangkap dalam tanah dan menyatu dengannya. 

aku tahu dia.Seorang yang sangat optimis.Percaya bahwa impiannya akan tercapai.Namun terkadang melakukan tindakan konyol bahkan terlampau diluar dari kewajaran.Wajar saja, ia masih labil.Seorang yang menurut ku tidak pantang menyerah terhadap keadaan.sulit mengikuti aturan.bahkan sering kali ia dihukum karena tidak patuh terhadap 'bos'nya.orang awan akan sulit memahaminya.bahkan untuk sekedar menolelir tindakannya pun akan sulit.

terkadang ia di sebut sebagai manusia irrasional.Manusia (menurut teori REBT) yang menanamkan dalam dirinya kata 'harus'.Melakukan suatu setiap tindakan dengan suatu optimisme 'harus'.Beberapa hari yang lalu ia sempat diberikan nasehat oleh seorang yang bijak.Seorang bijak tersebut berkata bahwa ''hilangkan pikiran irrasionalmu karena akan berdampak negatif pada orang lain''.Itu inti perkataanya.Singkat namun ada makna filosofis yang tersirat didalamnya.

Akhir-akhir ini memang ia dijejaki oleh beban pikiran yang berat.Bahkan lebih berat dari topangan fisiknya.melampaui perkara kekuatan kaki untuk menahan semua organ dalam tubuh.Pikirannya berat.Masalah silih berganti berdatangan kepadanya.Mungkin sebagian orang tidak tahu.Dia memang tipe introver.menutup diri terhadap sesuatu yang bersifat privasi.Namun pahamilah ia secara mendalam.Justifikasi bukan menjadi landasan yang valid untuk mengetahui karakternya.walaupun dia bukan objek penelitian skripsi yang harus valid dan realibel, namun coba pahamilah ia secara mendalam.Untuk satu perkara saja.karena ini sangat menentukan masa depannya.

Banyak tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi terhadap dirinya.Bahkan sebagian orang hanya menilai masalahnya dari kulit luarnya saja.sekali lagi, semua lebih dari itu.semuanya terangkum dalam kepalanya yang hanya berukuran sekian gram.Tidak sebanding dengan masalah yang ia harus tampung.Tapi ia terus merangkumnya.ibarat puisi yang tak mampu terjelaskan dalam kata singkatnya.

Kini ia mencapai klimaks dongeng kehidupan.Tapi katanya ia enggan menyebutnya ini sebagai klimaks.sebab tidak akan ada akhir sebelum otak tak mampu berfikir lagi.saya yakin ia mampu menghadapinya.Sebab bekal perjalanan kehidupan sudah disiapkan diransel perjuangan.

Yah, ia terus berjuang untuk mencapai gunung kehidupan.Menggunakan ransel perjuangan sebagai bekal.Ahh,, tidak.aku lebih menyebutnya sebagai ransel ilmu.kata itu spertinya cocok untuk menjadi pasangan.Sebab dulu ia sering bergulat dengan ilmu.mencari lawan untuk bertanding diarena perjuangan

aku ingat masa lalunya ketika menjadi 'pemulung' ilmu.berjalan disudut kota dan mengumpulkan serpihan ilmu dan dimasukkan diranselnya.sampai sekarang aku tak mengerti mengenai asal muasal ransel itu.

aku ingat ia.aku ingat ketika ia belajar sampai larut malam hanya untuk sekedar menyombongkan dirinya esok hari.sudahlah, kini itu akan menjadi cerita pengantar tidur cucu ku.sulit untuk mengingatnya kembali.kini ia mengalami masa sulit yang harus dilaluinya sendirian.yah, sendirian.sebab baginya sendiri adalah proses untuk mencari kebahagiaan.

Kini, ia tak tahu lagi dimana harus bercerita.Aku juga tidak mengerti.apakah impiannya yang selama ini ia gantung hanya akan menjadi hiasan yang hanya menyejukkan mata dalam beberapa detik.ataukah impiannya hanya akan menjadi bunga tidur yang tak akan membangunkannya esok hari.

Friday, 11 July 2014

Never Let me Go Beb...

Masuk hari ketiga aku mengucapkan kata putus. Seperti yang pernah aku bilang, jika aku mengucapkan kata putus lagi, maka itu adalah yang terahir. Aku tidak akan menarik kembali perkataanku.
Meski begitu, aku tetap mencintainya, kini aku tersiksa karena merindukannya.
Oy, itulah dia. Seperti inilah furqan yang aku cintai sepenuh hati, walaupun hubungan kami aku ahiri, tapi dia sama sekali tidak berusaha untuk mempertahankannya. Tadinya aku berharap dia kan datang dan meminta maaf dan membujukku untuk menarik kembali kata putusku. Paling tidak, aku ingin dia datang untuk menunjukkan betapa dia tak ingin kehilangan diriku. Tapi kenyataannya, seperti yang sudah aku duga, dia sama sekali tidak datang. Dia tidak berusaha mempertahankan hubungan ini.
Tapi aku tetap saja masih mencintainya. Merindukannya.
Aku begitu tersiksa karena merindukannya. Begitu tersiksa karna harus menerima kenyataan bahwa dia tak berusaha mengubah keputusanku.

Aku tidak marah padanya.dan aku tak pernah membencinya. Aku hanya kecewa dengannya. Aku kecewa karna dia tidak bisa melihat cintaku. Karna dia tidak mengerti perasaan cintaku padanya yang saaaaangat, sangat mendalam.
Dia tidak pernah mngerti betapa aku sangat mencitainya. Betapa aku tak bisa bahagia tanpanya.
Seperti yang pernah aku bilang “dimanapun bukanlah tempat yang menyenangkan bila itu tanpanya, sebaliknya dimanapun merupakan tempat yang sangat menyenangkan bila bersamanya, karena dialah bahagiaku”
Yah, kalimat itu bukanlah gombal semata. Aku benar-benar merasa demikian. Setiap detik yang aku lewatkan saat bersamanya adalah saat-saat yang sangat membahagiakan J dan tak kan pernah tergantikan.
Karenanya, saat aku tak bersamanya, saat aku memutuskan hubungan dengannya, saat dia tak punya waktu untukku, saat dia pergi, saat itulah bahagiaku pergi bersamanya.
Sayang, itulah yang kamu tak pernah bisa mengerti, perasaan cintaku padamu yang seperti itu yang gak pernah bisa kamu sadari, sehingga kamu terus, terus dan selalu saja menyakitiku. Kamu menyakitiku karna kamu tak mengerti perasaan cintaku padamu yang sangat besar, jauh dari yang bisa kamu bayangkan.
       Contohnya hari ini. Hari ini aku sangat brharap kamu ada. Menghampiriku. Mengatakan betapa menyesalnya dirimu telah membuatku mengucap kata putus itu. Tapi sayangnya, itu hanya harapanku seorang, hahahha :D (ngarep).
       Seperti itulah cintaku. Cinta yang sangat takut kehilanganmu. Tapi tak bisa kamu lihat perasaan itu.
       Aku mencintaimu, dari dulu hingga detik ini tak pernah berubah ataupun berkurang, yang ada semakin bertambah, berkembang biak dengan cepat, rasa cintaku padamu selalu hidup, hari ini, besok dan entah hingga kapan. Saat ini sangat sulit memikirkan kemungkinan bahwa cintaku akan berkurang untukmu.
Tentang keinginanku untuk menikah denganmu, tentu saja masih ada. Masih sangat menggunung dalam hatiku. Tapi itu tak akan pernah terwujud selama kamu belum bisa melihat hatiku yang mencintaimu ini.
Tak bisakah kamu berubah?? Sediikiiiit saja.
Jika kamu berubah lebih dewasa lagi sedikit, aku jamin tak ada satupun yang bisa menghentikanku untuk menjadikanmu kekasih dunia ahiratku. Bahkan malaikat maut pun tak kan bisa.

Sialnya, aku sangat mencintainya! Sangat! Sangat! Sangat! Saaaangat!
i think i love him so much,...
Never let me go Beb

Tuesday, 1 July 2014

Sahabta Palsu

baru-baru ini aku merasa sangat kecewa dan sedih.
orang yang selama ini aku anggap sebagai sahabatku, sahabat trbaikku, sahabatku satu-satunya, ternyata tak pernah menganggapku sebagai sahabatnya.
aku sangat sedih mengetahui kenyataan itu. aku jadi teringat sebuah artikel yang pernah aku baca tentang sifat berdasarkan golongan darah "#O itu paling sering di kecewain temen deketnya. padahal O sering banget mengalah, Hey #O, kamu itu setia kawan banget, cuma gampang dikibulin?, #O paling sering ngertiin orang lain, tapi gak pernah dingertiin"
yah... saat ini, aku membenarkan kalimat diatas. aku udah berusaha ngasih yang terbaik buat dia, tapi ternyata semua itu gak ada artinya buat dia. aku selalu prioritasin dia sebagai sahabatku, tapi aku sama sekali tak masuk dalam hitungannya. 
sahabat, aku pikir kita sahabatan tapi ternyata cuma sampah.
memang apa susahnya sih tinggal bilang aja, "gw mau keluar jalan-jalan ma anak-anak lain" gak mungkin jg jg larang kan? terus kenapa mesti ditutup-tutupin?
pokoknya aku tak percaya lagi sama kamu! sahabat palsu.

Bayangan Masa Lalu #2

oke, Mimin kembali lagi....
hm... sampai mana ceritanya kemaren? ah, ya.. sampai Isty, sahabat Dera datang menemui Dera setelah mendengar kabar Duka kematian Erik. Dera sedih bukan main. Nah, sekarang Mimin akan lanjut ceritanya, apakah Dera mampu melewati hari-harinya tanpa Erik?! Cekidot......!!! ^____^

Bayangan Masa Lalu #2
Dera tidak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba air matanya tumpah ruah. Emosinya tak karuan. Dia lalu menangis meraung-raung. “erik….” perasaannya benar-benar terluka, dera tak mengerti apa yang terjadi, satu hal yang dia rasakan, sakit yang termat dalam dari hatinya. Isty, yang ternyata telah mendengar kabar duka tersebut, langsung mendatangi rumah Dera. Mendengar suara tangisan dera dari luar, isty tanpa mengetuk langsung masuk dan mendapati dera sedang duduk tersungkur dibawah sofa. Siapapun yang melihatnya pasti akan miris perasaanya. Isty tak tega melihat sahabatnya. Dia coba untuk menenangkan Dera, isty membuatkan teh hangat manis. Dera yang mulai lemas karna menangis, nurut saja ketika isty menyuguhkan teh tersebut untuk diminumnya.
Setelah beberapa menit, Dera sudah agak tenang. Dia suda bisa menguasai emosinya meski air mata masih tetap mengalir dari matanya. “ty, kamu tau dimana erik sekarang? Gw mau ketemu dia ty. U maukan temanin gw kesana ty?” dera memelas
“pasti ra aku temanin kamu kesana. Tadi erik dalam perjalanan ke rumahnya, mungkin sekarang dia udah sampai. Jadi kita langsung ke rumahnya saja yah” ist mengusulkan. Dera hanya mengangguk. Setelah mengganti pakean, dera dan isty langsung menuju rumah duka.
Sampai disana, Dera tak mampu menahan air matanya lagi. Meski sudah tak sehisteris tadi, tapi dera mulai menangis lagi. Dia mendekati jenajah yang diam tak bergerak itu.
“rik… maafin aku. Rik, kok kamu pergi gak pamit-pamit ma aku? Kamu kan janji kemanapun pasti pamit. Kemarin kamu janji, gak akan ninggalin aku sendiri lagi, mulai sekarang kemanapun pergi kamu selalu akan mengajakku. Tapi kenapa sekarang kamu pergi rik?” dera mulai terisak-isak disamping tubuh kekasihnya. Naidah, Ibunda erik, merasa pilu mendengarucapan calon mantunya itu. Karna bagia Bunda Naidah. Dera sudah seperti anak sendiri, karma kebetulanya Bunda Naidah juga masih ada hubungan kerabat dengan Ibunya Dera. Bunda Naidah memeluk Dera, mereka saling menguatkan. “tante, semalam erik janji ma aku, dia gak akan ninggalin aku lama-lama lagi. Cukup sebulan kemarin itu saja. Setelahnya kami akan selalu berpergian bersama tante” Dera meracau tak jelas membuat Bunda Naidah semakin pilu hatinya. Beberapa jam kemudian, Ibu Mila, Ibunya Dera datang melayat. Dia segera menenangkan Dea yang masih saja menangis. “Ibu, kenapa tuhan mengambil erik secepat ini Bu?” dera mengeluh dipelukan Ibunya. Ibu mila mera terenyuh melihat kesedihan anaknya. Dia mengajak dera dalam kamar untuk istirahat. Karna Zenajah akan dimandikan sebelum dikebumikan.
“sabar yah sayang,,,, semua pasti ada hikmahnya. Tuhan pasti punya rencana yang indah di balik ini semua” Ibu Mila berusaha menghibur anaknya.
“tapi Ibu, Erik belum mau pergi. Dia masih punya banyak janji sama aku”
“iya sayang.. kematian itu bukanlah suatu yang bisa kita atur. Kita ingin milik Tuhan, jadi kapan saja Tuhan memanggil kita, kita gak bisa mengelak” Ibu Mila menjelaskan seperti halnya menjelaskan pada anak kecil. Dera bukanya tak tahu hal itu, hanya saja kesedihan yang mendalam membuatnya tak bisa menerima kejadian ini. Dera terus meracau dan menangis hingga ahirnya tertidur kelelahan.
Menjelang subuh, Dera terbangun dan berharap semuanya hanya mimpi. Namun keada sekitar rumah yang ramai, kenyataan bahwa dia sedang tertidur dikamarnya erik, membuatnya sadar bahwa kejadian semalam itu benar-benarnyata. Dera yang sudah gak tenang, melangkah ke kamar mandi, berwudlu lalu menunaikan sholat dua rakaat. Dia medoakan kebaikan untuk kekasihnya. Dia menagis dalam sholatnya, seluruh do’a dan ayat yang dia hafal, dia layangkan untuk mendoakkan erik. berharap orang yang dicintainya bisa bahagia di alam sana.
Selepas acara penguburan, Dera dan Ibunya langsung pamit untuk pulang ke Solo, rumah Ibunya. Bunda Naidah menawarkan untuk menginap sehari dua hari lagi, namun Dera menolak, dengan alasan akan semakin sedih bila melihat barang-barangnya, foto-foto mereka berdua dikara erik. Bunda Naidah mengerti dan melepas kepergian mereka.
Dera sengaja pulang ke Solo karna belum sanggup tinggal sendiri dirumah kontrakannya di jogja. Dia takut akan larut dalam kesedihan bila sendirian.
Ahirnya Dera melanjutkan studinya di Solo dengan jurusan yang sama, teknik Arsitektur, karna tak sanggup kembali di Jogja, erlalu banyak kenangan yang mengingatkannya pada erik disana.
Sekarang, meski sudah 3 tahun berlalu sejak kejadian itu. Meski Dera sudah terlihat baik-baik saja, tetap saja nama erik dan kenangan tentang mereka masih tersimpan rapi dalam hatinya. Kadang-kadang dalam sholat malamnya, kenangan itu masih sering mengundang air matanya.
Keputusannya untuk menjadi guru SD awalnya sangat ditentang oleh Ayahnya. Sang ayah merasa buah hatinya memiliki potensi untuk melakukan hal lebih sebagai ST, bahakan Dera termasuk mahasiswa terbaik dari kampusnya. Banyak orang yang menyayangkan keputusannya untu menjadi guru SD di daerah terpencil tersebut. Hanya sang Ibu yang mengerti perasaanya. Sang Ibu membantunya meyakinkan sang Ayah bahwa itu yang terbaik bagi Dera, yang akan membuatnya bahagia. Hingga ahirnya dengan berat hati sanga ayah mengantarkan buah hatinya di daerah terpencil itu.
Berada ditengah anak-anak sangat membantu Dera untuk menghibur hatinya. Kadang-kadang dia teringat obrolan-obrolan panjang mereka saat bersama “ay, ntar kalo dah nikah, mau punya anak berapa?” Dera menggoda Erik
“gimana kalo tujuh?”
“gak kebanyakan tuh?” Dera tertawa
“kan biar rame sayang. Bila perlu kembar” lalu mereka tertawa terbahak-bahak
“aku maunya ntar kita tinggal di pinggir kota, rumah mungil tapi halamannya gede” ucap Dera suatu kali
“kenapa bukan dikota?” Tanya erik meski sebenarnya dia sudah tau kanapa.lima tahun kebersamaan mereka membuat Erik sangat memahami Dera.