Friday, 11 July 2014

Never Let me Go Beb...

Masuk hari ketiga aku mengucapkan kata putus. Seperti yang pernah aku bilang, jika aku mengucapkan kata putus lagi, maka itu adalah yang terahir. Aku tidak akan menarik kembali perkataanku.
Meski begitu, aku tetap mencintainya, kini aku tersiksa karena merindukannya.
Oy, itulah dia. Seperti inilah furqan yang aku cintai sepenuh hati, walaupun hubungan kami aku ahiri, tapi dia sama sekali tidak berusaha untuk mempertahankannya. Tadinya aku berharap dia kan datang dan meminta maaf dan membujukku untuk menarik kembali kata putusku. Paling tidak, aku ingin dia datang untuk menunjukkan betapa dia tak ingin kehilangan diriku. Tapi kenyataannya, seperti yang sudah aku duga, dia sama sekali tidak datang. Dia tidak berusaha mempertahankan hubungan ini.
Tapi aku tetap saja masih mencintainya. Merindukannya.
Aku begitu tersiksa karena merindukannya. Begitu tersiksa karna harus menerima kenyataan bahwa dia tak berusaha mengubah keputusanku.

Aku tidak marah padanya.dan aku tak pernah membencinya. Aku hanya kecewa dengannya. Aku kecewa karna dia tidak bisa melihat cintaku. Karna dia tidak mengerti perasaan cintaku padanya yang saaaaangat, sangat mendalam.
Dia tidak pernah mngerti betapa aku sangat mencitainya. Betapa aku tak bisa bahagia tanpanya.
Seperti yang pernah aku bilang “dimanapun bukanlah tempat yang menyenangkan bila itu tanpanya, sebaliknya dimanapun merupakan tempat yang sangat menyenangkan bila bersamanya, karena dialah bahagiaku”
Yah, kalimat itu bukanlah gombal semata. Aku benar-benar merasa demikian. Setiap detik yang aku lewatkan saat bersamanya adalah saat-saat yang sangat membahagiakan J dan tak kan pernah tergantikan.
Karenanya, saat aku tak bersamanya, saat aku memutuskan hubungan dengannya, saat dia tak punya waktu untukku, saat dia pergi, saat itulah bahagiaku pergi bersamanya.
Sayang, itulah yang kamu tak pernah bisa mengerti, perasaan cintaku padamu yang seperti itu yang gak pernah bisa kamu sadari, sehingga kamu terus, terus dan selalu saja menyakitiku. Kamu menyakitiku karna kamu tak mengerti perasaan cintaku padamu yang sangat besar, jauh dari yang bisa kamu bayangkan.
       Contohnya hari ini. Hari ini aku sangat brharap kamu ada. Menghampiriku. Mengatakan betapa menyesalnya dirimu telah membuatku mengucap kata putus itu. Tapi sayangnya, itu hanya harapanku seorang, hahahha :D (ngarep).
       Seperti itulah cintaku. Cinta yang sangat takut kehilanganmu. Tapi tak bisa kamu lihat perasaan itu.
       Aku mencintaimu, dari dulu hingga detik ini tak pernah berubah ataupun berkurang, yang ada semakin bertambah, berkembang biak dengan cepat, rasa cintaku padamu selalu hidup, hari ini, besok dan entah hingga kapan. Saat ini sangat sulit memikirkan kemungkinan bahwa cintaku akan berkurang untukmu.
Tentang keinginanku untuk menikah denganmu, tentu saja masih ada. Masih sangat menggunung dalam hatiku. Tapi itu tak akan pernah terwujud selama kamu belum bisa melihat hatiku yang mencintaimu ini.
Tak bisakah kamu berubah?? Sediikiiiit saja.
Jika kamu berubah lebih dewasa lagi sedikit, aku jamin tak ada satupun yang bisa menghentikanku untuk menjadikanmu kekasih dunia ahiratku. Bahkan malaikat maut pun tak kan bisa.

Sialnya, aku sangat mencintainya! Sangat! Sangat! Sangat! Saaaangat!
i think i love him so much,...
Never let me go Beb

No comments:

Post a Comment