Masuk hari ketiga aku mengucapkan kata
putus. Seperti yang pernah aku bilang, jika aku mengucapkan kata putus lagi,
maka itu adalah yang terahir. Aku tidak akan menarik kembali perkataanku.
Meski begitu, aku tetap mencintainya,
kini aku tersiksa karena merindukannya.
Oy, itulah dia. Seperti inilah furqan
yang aku cintai sepenuh hati, walaupun hubungan kami aku ahiri, tapi dia sama
sekali tidak berusaha untuk mempertahankannya. Tadinya aku berharap dia kan datang
dan meminta maaf dan membujukku untuk menarik kembali kata putusku. Paling
tidak, aku ingin dia datang untuk menunjukkan betapa dia tak ingin kehilangan
diriku. Tapi kenyataannya, seperti yang sudah aku duga, dia sama sekali tidak
datang. Dia tidak berusaha mempertahankan hubungan ini.
Tapi aku tetap saja masih
mencintainya. Merindukannya.
Aku begitu tersiksa karena
merindukannya. Begitu tersiksa karna harus menerima kenyataan bahwa dia tak
berusaha mengubah keputusanku.
Aku tidak marah padanya.dan aku tak
pernah membencinya. Aku hanya kecewa dengannya. Aku kecewa karna dia tidak bisa
melihat cintaku. Karna dia tidak mengerti perasaan cintaku padanya yang
saaaaangat, sangat mendalam.
Dia tidak pernah mngerti betapa aku
sangat mencitainya. Betapa aku tak bisa bahagia tanpanya.
Seperti yang pernah aku bilang “dimanapun bukanlah
tempat yang menyenangkan bila itu tanpanya, sebaliknya dimanapun merupakan
tempat yang sangat menyenangkan bila bersamanya, karena dialah bahagiaku”
Yah, kalimat itu bukanlah gombal
semata. Aku benar-benar merasa demikian. Setiap detik yang aku lewatkan saat
bersamanya adalah saat-saat yang sangat membahagiakan J dan tak kan pernah
tergantikan.
Karenanya, saat aku tak bersamanya,
saat aku memutuskan hubungan dengannya, saat dia tak punya waktu untukku, saat
dia pergi, saat itulah bahagiaku pergi
bersamanya.
Sayang, itulah
yang kamu tak pernah bisa mengerti, perasaan cintaku padamu yang seperti itu
yang gak pernah bisa kamu sadari, sehingga kamu terus, terus dan selalu saja
menyakitiku. Kamu menyakitiku karna kamu tak mengerti perasaan cintaku padamu
yang sangat besar, jauh dari yang bisa kamu bayangkan.
Contohnya
hari ini. Hari ini aku sangat brharap kamu ada. Menghampiriku. Mengatakan
betapa menyesalnya dirimu telah membuatku mengucap kata putus itu. Tapi
sayangnya, itu hanya harapanku seorang, hahahha :D (ngarep).
Seperti
itulah cintaku. Cinta yang sangat takut kehilanganmu. Tapi tak bisa kamu lihat
perasaan itu.
Aku
mencintaimu, dari dulu hingga detik ini tak pernah berubah ataupun berkurang,
yang ada semakin bertambah, berkembang biak dengan cepat, rasa cintaku padamu
selalu hidup, hari ini, besok dan entah hingga kapan. Saat ini sangat sulit
memikirkan kemungkinan bahwa cintaku akan berkurang untukmu.
Tentang keinginanku
untuk menikah denganmu, tentu saja masih ada. Masih sangat menggunung dalam
hatiku. Tapi itu tak akan pernah terwujud selama kamu belum bisa melihat hatiku
yang mencintaimu ini.
Tak bisakah kamu
berubah?? Sediikiiiit saja.
Jika kamu
berubah lebih dewasa lagi sedikit, aku jamin tak ada satupun yang bisa
menghentikanku untuk menjadikanmu kekasih dunia ahiratku. Bahkan malaikat maut
pun tak kan bisa.
Sialnya, aku
sangat mencintainya! Sangat! Sangat! Sangat! Saaaangat!
i think i love him so much,...
![]() |
| Never let me go Beb |

No comments:
Post a Comment